Jumat, 26 September 2014
KELAS 205
Christine Zajac adalah guru kelas 5 SD Kelly
Sekolah dengan murid dari beragam ras di daerah kumuh Holyoke
Hari harinya diisi oleh Jimmy si pengantuk, Felipe sang penghayal
Claude yang punya segudang alasan dan Pedro yang malang
Buku ini merangkum pengalaman jurnalis Pulitzer, Tracy Kidder
Tinggal selama sembilan bulan di kelas 205
Berbagi rasa frustasi, kesepian dan kerepotan
Yang harus dialami seorang guru dalam membantu murid muridnya
Kawan, dari buku ini saya mempelajari banyak hal
Bagaimana Bu Zajac membacakan novel pada siswanya
Bagaimana anak anak diberi buku wajib baca setiap saat
Bagaimana anak anak selalu diberi tugas menulis tentang apapun
Lalu, bagaimana dengan pendidikan di negara kita kawan ?
Adakah guru yang mendongeng novel untuk siswanya ?
Adakah guru yang suka dan sempat membaca buku di sela tugasnya ?
Sudahkah setiap guru menuliskan pengalaman mengajarnya ?
Sempat berdialog singkat dengan guru sekolah formal
Yang notebene dulu dia suka sekali membaca
Tapi saat sudah menjadi guru di sekolah formal
Dia katakan sudah tak sempat lagi membaca, nah loh ?????
Lalu bagaimana dengan guru guru lain di Indonesia
Jika gurunya tidak merasa sempat untuk membaca buku
Bagaimana akan menanamkan budaya baca untuk siswanya ?
Bagaimana membuat siswa terbiasa menulis cerita hidupnya ?
Buku ini ditulis dari pengalaman pribadi seorang guru
Saya bayangkan jika setiap guru menjadi penulis
Membagikan pengalaman mengajarnya di kelas
Pastilah semakin semarak dunia pendidikan di Indonesia
Gurulah contoh utama untuk para siswa
Dapatkah guru kita menjadi teladan bagi anak bangsa ?
Kamis, 25 September 2014
JADI PENULIS ? SIAPA TAKUT ?
Setelah acara yang padat merayap hari ini, akhirny kesampean juga pegang buku untuk dibaca. Inilah yang saya harapkan, serasa ada yang kurang jika shari ga baca buku Bagaimana dengan teman teman ?
Buku ini langsung menjadi salah satu buku favorit saya. Karena keinginan saya adalah agar saya tidak saja kecanduan membaca, tapi juga agar saya kecanduan menulis. Dan ternyata saya bisa menuangkannya dengan mengupas isi buku yang saya baca. Btw, tulisan saya sudah enak dibaca belum ? hehe...
Jika ingin menulis dan menjadi penulis, maka kita harus memulai dari kemauan membaca berbagai tulisan, baik fiksi maupun non fiksi. Siipp, sepakat... Itu yang sedang saya lakukan. Kawan, jaman 3000-2000SM, sudah muncul puisi epik di Sumaria, Babilonia lhoo... weww..
So, ayo semangat menulis !!! Jangan kalah sama orang sumaria hehe...Bacalah buku ini sepenuh hati yang paling dalam. Tak hanya tips dan trik menulis, buku ini juga mengupas tentang pentingnya membaca, bakat, kemauan belajar, proses kreatif, sejarah tulis menulis, sejarah sastra, pengaruh gaya dan visi penulisan, dan banyak lagi.
HAFALAN SHOLAT DELISA
Beberapa catatan mengenai novel ini akan saya ceritakan berikut ini.
1. Kebiasaan Delisa dan saudaranya setor bacaan Al Qur'an kepada ibunya dan bertukar pikiran setiap selesai sholat subuh. Inilah madrasah pertama bagi anak anak. Di rumah, dengan orang tua mereka masing masing. Membayangkan jika setiap keluarga melakukan itu, terselamatkanlah generasi bangsa ini dari kebobrokan moral & karakter
2. Pertanyaan Delisa kenapa dia susah bangun pagi dan dijawab ibunya karena Delisa sering lupa baca doa sebelum tidur. Karena nanti malaikat yang akan membangunkan jika ingat baca doa. Dan kenapa tetap ngantuk saat sdh bangun, karena pasti Delisa lupa belum baca doa setelah tidur. Hmmm... jadi instropeksi diri
3. Pola pikir Delisa yang suka mengamati, mengingat detail dengan baik, dan pandai menghubungkan sesuatu baik kejadian atau kalimat yang didengarnya. Itulah yang sedang saya lihat di kurikulum 2013 saat ini. Bagaimana penilaian pengetahuan diimbangi dengan penilaian sikap & ketrampilan. Sehingga kemampuan anak tidak hanya dinilai dengan tes saja. Tidak saja dirangsang pemahaman kognitifnya. Tapi bagaimana anak dapat mengembangkan pola pikirnya, tidak sekedar jadi 'robot'
4. Perjuangan Delisa menghafal bacaan sholatnya, setiap saat, setiap ada kesempatan. Sudahkah kita pun seperti itu? Berusaha belajar (membaca) setiap saat, setiap ada kesempatan? Saat antri, nunggu kendaraan, nunggu rapat/seminar yang belum dimulai, nunggu guru/dosen blm datang, saat bengong ga tau mau ngapain hehe...
Bersambung...
PENGENALAN BUDI PEKERTI TERHADAP SESAMA MANUSIA
Sekilas memang teori sekali isi buku ini. Tapi, jika dikombinasikan dengan referensi dari buku yang lain, akan menjadi sumber ilmu yang hebat untuk anak usia 4-6 tahun. Ya, buku ini memang panduan untuk pendidik PAUD - TK. Tentunya untuk orang tua jg ya....
Dengan pendekatan yang tepat, anak dibekali menjadi lebih santun dan bertindak dengan " hati " di setiap perjalanan hidupnya. Jika akan membuat rumah yang kokoh, maka kuatkan pondasinya. Jika akan menguatkan karakter anak, maka masa keemasan inilah saatnya.
Ayo berjuang para pendidik PAUD - TK di seluruh pelosok Indonesia
Kamis, 07 Agustus 2014
JEMBATAN HATI dan ILMU
Mengalami sendiri mendampingi anak didik beberapa tahun terakhir
Membuat memori saya kembali ke masa sekolah dulu
Betapa hebatnya perjuangan guru saya untuk menghantarkan kami
Melewati masa penuh ilmu dan bersiap untuk jenjang berikutnya
Jika saya hanya mengampu 4 - 10 anak saja tiap kelas
Saya tidak selalu bisa menuntaskan materi yang sudah disiapkan
Karena ternyata banyak hal yang harus saya lewati dahulu
Saya harus melalui jembatan pribadi dan karakter tiap anak
Hari ini saya mendiskusikan tentang manajemen konflik dengan siswa
Bagaimana mereka perlu untuk mengontrol ucapan pemicu konflik
Serta bagaimana agar mereka tidak bereaksi berlebihan secara fisik
Atas perlakuan dari teman mereka yang tidak menyenangkan
Selain itu saya harus mampu memahami konsep diri mereka saat ini
Bagaimana rasa putus asa atas ketidakmampuan yang mereka alami
Selalu mengucapkan tidak bisa padahal belum mencoba sama sekali
Menyerah dan frustasi dengan kesulitan yang mereka rasakan
Dan itu memang perlu saya lakukan, selalu kawan
Sebelum saya memaparkan materi yang sebenarnya
Saya perlu masuk ke tiap pribadi masing masing anak
Agar mereka dapat melalui masa kritis itu dengan selamat
Lalu bagaimana dengan guru formal yg jumlah siswanya lebih banyak
Bagaimana guru menyelesaikan konflik siswa dengan temannya
Bagaimana guru bisa mendampingi siswa bermasalah bawaan keluarga
Bagaimana pula guru harus tetap menyelesaikan target materinya
Bagi saya matematika samalah penting dengan akhlak mereka
IPA samalah penting dengan kemauan berusaha mereka
IPS samalah penting dengan adaptasi mereka dengan lingkungan
B. Indonesia samalah penting dengan santunnya tutur kata mereka
Tak masalah berapa jumlah anak yang saya dampingi sekarang
Namun bagaimana mereka kelak dapat menjadi pribadi yang mulia
Membuat memori saya kembali ke masa sekolah dulu
Betapa hebatnya perjuangan guru saya untuk menghantarkan kami
Melewati masa penuh ilmu dan bersiap untuk jenjang berikutnya
Jika saya hanya mengampu 4 - 10 anak saja tiap kelas
Saya tidak selalu bisa menuntaskan materi yang sudah disiapkan
Karena ternyata banyak hal yang harus saya lewati dahulu
Saya harus melalui jembatan pribadi dan karakter tiap anak
Hari ini saya mendiskusikan tentang manajemen konflik dengan siswa
Bagaimana mereka perlu untuk mengontrol ucapan pemicu konflik
Serta bagaimana agar mereka tidak bereaksi berlebihan secara fisik
Atas perlakuan dari teman mereka yang tidak menyenangkan
Selain itu saya harus mampu memahami konsep diri mereka saat ini
Bagaimana rasa putus asa atas ketidakmampuan yang mereka alami
Selalu mengucapkan tidak bisa padahal belum mencoba sama sekali
Menyerah dan frustasi dengan kesulitan yang mereka rasakan
Dan itu memang perlu saya lakukan, selalu kawan
Sebelum saya memaparkan materi yang sebenarnya
Saya perlu masuk ke tiap pribadi masing masing anak
Agar mereka dapat melalui masa kritis itu dengan selamat
Lalu bagaimana dengan guru formal yg jumlah siswanya lebih banyak
Bagaimana guru menyelesaikan konflik siswa dengan temannya
Bagaimana guru bisa mendampingi siswa bermasalah bawaan keluarga
Bagaimana pula guru harus tetap menyelesaikan target materinya
Bagi saya matematika samalah penting dengan akhlak mereka
IPA samalah penting dengan kemauan berusaha mereka
IPS samalah penting dengan adaptasi mereka dengan lingkungan
B. Indonesia samalah penting dengan santunnya tutur kata mereka
Tak masalah berapa jumlah anak yang saya dampingi sekarang
Namun bagaimana mereka kelak dapat menjadi pribadi yang mulia
Rabu, 06 Agustus 2014
LIPSING and CRYING
Itulah dua hal yang saya pelajari hari ini
Dua aksi yang dilakukan oleh para newcomer
Dalam 3 hari ini, 2 anak melakukan aksi LIPSING
Serta 2 anak melakukan aksi CRYING
Inilah paket yang selalu saya terima dan harus dihadapi
Seperti kita orang dewasa, anak pun perlu adaptasi dahulu
Dengan lingkungan, guru serta suasana yang baru
Dan saya harus menyamakan frekuensi mereka
Meskipun tidak semua anak mengalami reaksi yang sama
Namun dapat dilihat bahwa anak sedang keluar dari zona nyamannya
Dapatkah mereka melewatinya atau mengalami sindrom dahulu
Tergantung pada kesiapan mental mereka masing masing
Tengoklah kita saat berada di lingkungan dan bertemu komunitas baru
Biasanya lebih nyaman bila bertemu dengan orang yang sudah dikenal
Minimal bertemu orang yang enak diajak ngobrol meski baru kenal
Di situlah peran saya seharusnya sebagai seorang pendamping
Aksi LIPSING dilakukan dengan diam seribu bahasa ato gerak bibir saja
Sedangkan aksi CRYING berada pada tingkatan level masing masing
Ada level bibir menjeb, mingsek mingsek, serta menangis menggelegar
He, maaf saya gunakan istilah bahasa ibu saya, entahlah versi lain
Biasanya saya harus investasi rayuan 30 menit_an di hari pertama
Untuk selanjutnya "pelet" saya pun mulai bereaksi pada mereka
Hari berikutnya tidak seberat seperti di hari pertama
Khusus untuk proyek meluluhkan hati mereka tentunya
Proyek saya berikutnya adalah membuat mereka lebih "hidup"
Untuk terus berjuang, berpetualang dan temukan siapa dirinya
Semua itu perlu peran aktif orang tua di rumah serta guru di sekolah
Karena untuk merubah dunia, tak bisalah dilakukan sendiri saja
Itu ceritaku hari ini, bagaimana denganmu ?
Ingat ODOL, Ingat Bimbel Ar Rosyid
Ting !!! ^_^
Dua aksi yang dilakukan oleh para newcomer
Dalam 3 hari ini, 2 anak melakukan aksi LIPSING
Serta 2 anak melakukan aksi CRYING
Inilah paket yang selalu saya terima dan harus dihadapi
Seperti kita orang dewasa, anak pun perlu adaptasi dahulu
Dengan lingkungan, guru serta suasana yang baru
Dan saya harus menyamakan frekuensi mereka
Meskipun tidak semua anak mengalami reaksi yang sama
Namun dapat dilihat bahwa anak sedang keluar dari zona nyamannya
Dapatkah mereka melewatinya atau mengalami sindrom dahulu
Tergantung pada kesiapan mental mereka masing masing
Tengoklah kita saat berada di lingkungan dan bertemu komunitas baru
Biasanya lebih nyaman bila bertemu dengan orang yang sudah dikenal
Minimal bertemu orang yang enak diajak ngobrol meski baru kenal
Di situlah peran saya seharusnya sebagai seorang pendamping
Aksi LIPSING dilakukan dengan diam seribu bahasa ato gerak bibir saja
Sedangkan aksi CRYING berada pada tingkatan level masing masing
Ada level bibir menjeb, mingsek mingsek, serta menangis menggelegar
He, maaf saya gunakan istilah bahasa ibu saya, entahlah versi lain
Biasanya saya harus investasi rayuan 30 menit_an di hari pertama
Untuk selanjutnya "pelet" saya pun mulai bereaksi pada mereka
Hari berikutnya tidak seberat seperti di hari pertama
Khusus untuk proyek meluluhkan hati mereka tentunya
Proyek saya berikutnya adalah membuat mereka lebih "hidup"
Untuk terus berjuang, berpetualang dan temukan siapa dirinya
Semua itu perlu peran aktif orang tua di rumah serta guru di sekolah
Karena untuk merubah dunia, tak bisalah dilakukan sendiri saja
Itu ceritaku hari ini, bagaimana denganmu ?
Ingat ODOL, Ingat Bimbel Ar Rosyid
Ting !!! ^_^
Senin, 04 Agustus 2014
SAYANG INI HANYA UNTUKMU
Adalah panggilan sehari hari untuk anak didik saya
Tak jarang mereka pun akhirnya ingin dipanggil 'sayang' di rumah
Saya ingin tularkan energi positif hingga interaksi di keluarga
Ada satu ikatan batin yang mendalam dengan panggilan 'sayang'
Dan itu manjur, anak jadi 'lulut', apalagi ditambah beberapa kata lain
Ganteng, cantik, pinter, soleh, solehah, hebat, cerdas, rajin
Kita tak perlu pelit dan gengsi untuk mengucapkan semua itu
Nah, karena terlanjur sayang nih ...
Belum mulai interaksi saja sudah saya manjakan dari sekarang
Saya sudah menyediakan beberapa kebutuhan untuk dipakai kelak
Agar lebih asyik, menyenangkan, menantang & tidak membosankan
Beberapa peralatan yang digunakan nantinya seperti ...
LAPTOP & TABLET
Sangat vital, bagai udara yang kita dihirup setiap saat.
Saya gunakan untuk membuat RPP,penilaian,search internet,upload :)
PRINTER
Melekat dengan kebutuhan laptop, terutama untuk cetak worksheet
Selain itu tentunya untuk membuat progress report tri wulanan
LCD
Digunakan saat penayangan movie, dokumenter, berita sesuai tema
Juga saat saya perlu mempresentasikan materi secara visual
GLOBE
Visualisasi keliling dunia sepertinya akan lebih menyenangkan
Sebenarnya juga untuk saya sendiri, pengen deh sekali waktu ke LN
FIELD EASEL
Biasanya alat ini digunakan untuk melukis di kanvas
Tapi, akan saya sulap agar bisa jadi multi fungsi
BUKU BACAAN
Saya akan menyeting suasana, agar buku dijadikan camilan sehari hari
ODOB bisa diuji cobakan ke anak, minimal saat mereka bersama saya
ALAT PERMAINAN & OLAHRAGA
Bisa sebagai reward jika mereka selesai dengan kegiatannya
Dan memang ada tema permainan tradisional serta olahraga
Beberapa peralatan lain tentunya masih banyak kawan
Kebutuhan akan berkembang dengan semakin bervariasinya kegiatan
Ketersediaan peralatan itu semua, tak lepas dari peran semua pihak
Yang telah mengambil bagian untuk tingkatkan pendidikan anak bangsa
Pada kesempatan kali ini ijinkan saya mengucapkan terima kasih
Kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas atas bansosnya
Yayasan Nusa Membaca atas program TAKUBI bersama ALFAMART
Penerbit Diva Press dan KPK atas bantuan buku bukunya
Serta semua donasi perorangan yang telah berpartisipasi
Semoga kebermanfaatannya dapat dijadikan amal jariyah
Yang pahalanya mengalir terus tiada henti. Amin ...
Ditunggu peran serta selanjutnya, juga bagi yang belum :D
Semangat menyambut hari esok
Selamat datang sayang ...
Langganan:
Postingan (Atom)



